Saturday, December 3, 2011

LCD dan LED Si Hemat Energi


Monitor CRT

Dekade 2000 sudah berlalu dua tahun ini, dan raja dari dekade 2000 adalah Monitor CRT dari yang Monokromatik sampai yang Full Color, dan bergantinya jaman digantikanlah si dominan ini oleh super slim dan sihemat energi LCD - Liquid Chrystal Display - dan terbaru adalah LED - Light Emitting Diode -, saya tidak akan membandingkan keduanya dalam hal resolusi dan saturasi ataupun ketajaman, jumlah radiasi dan lainnya. Saya akan membandingkan kehematan ENERGI nya.

Satu Monitor CRT bisa disetarakan dengan 8-10 Monitor LCD/LED
Ibarat makan tentu saja monitor CRT dikategorikan GEMBUL bagaimana tidak satu monitor CRT yang 15" saya perkirakan memakan listrik ketika mengangkat/awal menyala sekitar 200Watt - konon monitor yang lama yang belum ada power saving nya bisa lebih besar lagi - bandingkan dengan monitor terkini yang per unitnya hanya makan 15-25 watt saja, sangat irit dan sangat hemat energi. Semua peningkatan ada di dalam peralihan dari CRT ke LCD/LED yakni dari segi resolusi, segi kehematan energinya, dari segi radiasi yang dipancarkan, dari segi dimensi yang semakin hemat, dan dari segi kenyamanan dimata. Kelemahannya sebenarnya hanya dimasalah harga - dan itu barangkali sebuah hukum ekonomi kualitas bagus ya harganya mahal - tidak bisa dihindari. Kadang yang sering menjadi permasalahan adalah ketika anda mempunyai LCD/LED yang berformat WIDE (16:9) menggangu ketika anda bermain/mengerjakan pekerjaan GRAFIS atau Gambar, akan terjadi DISTORSI. Artinya bila kita menggambar kelihatan sudah sangat bulat ketika diprint/cetak maka akan terlihat LONJONG/OVAL, nah kelemahan ini sekarang sudah bisa ditanggulangi oleh pabrikan LCD/LED dengan adanya settingan ASPECT RATIO, sehingga bisa diubah menjadi monitor yang square FORMAT KOTAK BUJUR SANGKAR (4:3) sehingga tidak terjadi distorsi lagi.
Memang sangat menguntungkan menggunakan LCD/LED dalam hal ini tentang TEMPAT yang lebih ringkas dan yang paling jelas adalah HEMAT LISTRIK dan resiko radiasi yang semakin minim.

1 comment: