Saturday, May 7, 2011

MEMPERKECIL KEMUNGKINAN PENIPUAN DI DUNIA MAYA

SEMUA ADA RESIKONYA
Menjadikan dunia maya sebagai dunia bisnis memang penuh dengan resiko yang tidak ditemui dalam dunia nyata, seperti berjualan online yang seolah-olah berjualan dengan computer ataupun makhluk lain yang tidak tampak kasat mata, atau dengan kata lain tidak bertatap muka (face-to-face) antara kita sebagai subyek dan orang lain sebagai partner/target pejualan atau sebaliknya kita sebagai konsumen dan mereka sebagai penjualnya, sehingga memungkinkan untuk membuat “celah” yang memungkinkan adanya kecurangan yang berupa penipuan. Dan sayangnya ini sangat rentan dan anda bisa menjadi korban dalam posisi sebagai penjual maupun sebagai pembeli (konsumen). Hal inilah yang membuat resiko dalam bisnis di dunia maya, walapun di dunia bisnis “nyata” pun tidak jarang terjadi yang demikian, hanya kerentanan atau celah yang dibuat oleh dunia maya ternyata lebih besar/lebar.
Tetapi dengan semakin kita mengenal dunia maya semakin hafal dengan berbagai trik yang dilakukan oleh si pebisnis nakal (yang senang melakukan cybercrime) dengan berbagai ciri yang mereka punyai dan berbagai cara dari kita untuk menangkalnya. Semakin kita hati-hati semakin baik, tetapi dengan berprasangka buruk pada semua pebisnis online juga bukan tindakan yang bagus, malah sebuah ketidakberanian mengambil resiko. Tidak arif beranggapan bahwa semua pebisnis online adalah penipu/nakal. Karena saya yakin pebisnis yang ingin langgeng pastilah menjaga nama baik dan reputasinya.
Yang akan kita bicarakan adalah bagaimana memperkecil usaha para penipu untuk mendapatkan uang dari kita. Ada dua posisi dari cara ini yakni posisi sebagai penjual dan posisi sebagai pembeli. Bagaimana yang dilakukan seandainya anda akan menjadi penjual dan bagaimana yang anda lakukan bila anda bertindak sebagai pembeli di dunia maya ini.

PENJUAL
Yang perlu diperhitungkan dalam melayani pembeli online adalah dengan membuat pembayaran transfer via Paypal/Alertpay ataupun ATM yang sudah bisa diakses online, sehingga tertera dengan jelas uang yang masuk ke rekening kita, bila sudah masuk berarti valid dan memang dia bukan pembeli “nakal”. Justru muncul sebuah pertanyaan baru, “bagaimana agar pembeli yakin kita bukan penjual yang nakal”, ini pertanyaan yang umum tetapi sebagai inti dari profesionalisme kita sebagai penjual (baca:bisnis online).
1. Berikan alamat yang jelas dan memang valid bagi perusahaan/toko yang anda punyai di dunia nyata, entah itu referensi tempat, perusahaan, toko, atau gerai yang memang ada, bukan ilusi atau hanya fiktif belaka. Bila pembeli mendatangi tempat anda bisa dilayani secara off-line. Ini akan menambah kepercayaan pembeli kepada anda.
2. Jangan lupa nomor telepon, harus dicantumkan dan anda harus aktif menanggapi semua telepon yang masuk. Bila deal tidak terjadi didunia maya anda usahakan untuk deal di dunia nyata dengan mengadakan pertemuan (appointment) dengan pembeli anda.
3. Membuat pembayaran via transfer, dan setelah kedua hal diatas dilakukan pastilah tidak ada masalah dengan para pembeli yang “jelas tidak ragu dan takut transfer uang ke rekening anda” sebab dengan jelas anda yang menerima dan menindaklajuti dengan baik.
4. Bila meragukan lebih baik COD =cash on delivery= atau ketemuan sambil membawa barang dan tansaksi dibayar ditempat pertemuan.
5. Garansi adalah hal yang sangat jelas, tidak mungkin akan “merasa aman dan nyaman” seorang pembeli tanpa adanya garansi yang jelas dari produk yang dibelinya. Sekalipun mahal akan tetap dibeli bila garansinya jelas dan mudah.
6. Begitu pula dengan harga haruslah jelas, kalau bisa dinego tulislah bisa dinego akan tetapi kalau tidak bisa nego, tulis saja NETT dan ongkos kirim bila memang ada ongkos kirimnya.
7. Anda bisa dengan diam-diam mencari track record dari pembeli anda tentu saja secara diam-diam, mintalah nomor telepon dari konsumen anda hanya untuk memastikan “keseriusan” dan “kebonafidan” dari si pembeli. Ingat andalah yang menelepon pembeli…..
8. Bila dalam pencarian siapa sih pembeli kita ini anda menemui black-list anda harus berhati-hati atau batalkan saja transaksi anda dan misalnya kalau ragu-ragu, anda lebih baik COD saja.
9. Adanya kota kritik dan saran jaman sekarang lewat EMAIL khusus untuk itu,…..
10. Mempunyai system security yang harus aman dari pembobol situs anda. Untuk yang satu ini anda harus mengeluarkan biaya untuk bagian IT yang anda pekerjakan.
11. Iklan adalah penting, dari mulut ke mulut, via media cyber, media cetak atau bahkan televisi. Ada satu iklan yang sangat bagus yakni testimoni dari pembeli yang telah puas dengan pelayanan dari kita, ini kredit poin yang tinggi untuk membuat reputasi kita membaik dan terpercaya.

PEMBELI
Pembeli adalah raja, sayangnya didunia maya kadang-kadang raja “ditipu” juga. Nah inilah perbedaan yang lumayan besar antara bisnis dunia nyata dan dunia maya. Karena faktor tidak adanya tatap muka inilah yang menyebabkan “keberanian” si penipu muncul, tidak lain karena identitas mereka “aman” tertutup. Nah, sebagai pembeli memang harus jeli dalam memilah dan memilih apa dan dari mana yang akan dibeli. Apa tentu saja berhubungan dengan barang yang akan dibeli, tentang harga, tentang kebutuhan yang kita harus ada, tentang perbandingan harga dengan pesaing yang ada. Dari mana tentu merujuk kepada tempat kita membeli dari situs apa, dari Negara mana dan lain sebagainya. Untuk memperkecil celah penipuan oleh penjual yang nakal – dan biasanya menjual hanya sekali dengan nama yang sama – kemudian setelah itu ia mengganti nama atau menghilangkan jejak. Apa yang perlu dilakukan pembeli untuk mengantisipasinya, bisa saya sebutkan sebagai berikut:
1. Cari penjual online yang bonafid, bisa dilihat dari situsnya dari tempatnya dan memang ada/nyata bukan fiktif/ tempat penjualan off-line nya. Kalau perlu anda datangi alamat gerai/tempat penjualan off-line nya. Situs yang terpercaya dan member informasi yang jelas, bisa di COD. Situs yang terpercaya dan memberi informasi yang jelas.
2. Nomor telepon yang bisa dihubungi dan aktif serta bisa member informasi yang akurat. Carilah testimoni dari pembeli yang telah memakai jasa layanan pembelian ditempat yang akan anda beli, bila reputasinya bagus anda dalam keadaan aman, dan pasti bukan situs penipu. Dan bila sebaliknya batalkan saja transaksi anda.
3. Masalah harga haruslah anda lihat dengan baik, bisa di-nego-kah, bisa ditransfer lewat mana atau adakah ongkos kirimnya. Anda juga harus melihat beberapa situs yang serupa sebagai pembanding bagi situs penjualan yang akan anda datangi untuk membeli. Ada yang menggunakan cara pembayaran dengan dollar dan rupiah, kartu kredit ataupun debet, bila semuanya ada berarti lebih bonafid lagi sebuah situs penjualannya.
4. Lebih aman bila anda telepon dahulu dengan customer service dari penjual online dan deal harga lalu anda datang saja ke alamat bila itu memungkinkan, bila tidak memungkinkan anda minta dipaketkan.
5. Jangan menipu didunia maya, sebab penjual juga melihat reputasi dan track record anda.
6. Segera laporkan (testimonikan) bila ternyata sebuah situs adalah situs penjualan yang menipu. Bisa anda lakukan diforum-forum atau tempat jejaring sosial.
7. Situs penjualan yang terpercaya biasanya mempunyai forum tersendiri atau minimal price list/daftar harga yang di update.
8. Bertanya pada teman atau forum tentang situs penjualan yang akan kunjungi untuk bertransaksi.
9. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa yang akan anda beli dan harga juga darimana barang yang akan anda beli, bila masuk akal dan aman transaksi dilanjutkan.
10. Garansi haruslah jelas, bila barang yang anda terima adalah via kiriman/tiki maka kerusakan apa saja yang bisa diklaim, berapa lama garansi yang diberikan, berapa ongkos kirimnya, segel garansi haruslah ada.
11. Berhubungan dengan garansi, carilah penjual online yang mudah dan pasti dalam memberi garansi kepada anda, biar anda merasa aman dan nyaman dalam membeli secara online ini.

KESIMPULAN
Semua ada resikonya akan tetapi bila kita lebih hati-hati dalam berbisnis dan transaksi di dunia maya maka akan memperkecil resiko dirugikan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan pihak-pihak yang memanfaatkan celah dalam melakukan kejahatan ini. Pada akhirnya para penipu akan tersisih sendiri walaupun mereka telah memakan korban, akan tetapi para penipu harusnya menyadari bahwa pelaku bisnis dunia maya tidak senaif itu dalam menjalankan transaksi, sudah diperhitungkan untung ruginya, sudah dicek track-recordnya sudah di antisipasi dengan sistim keamanan yang ada, dan testimoni dari pelanggan sebelumnya, tentang oknum, modus dan korban yang telah terjadi.
Tips dari saya hanya beberapa poin saja, bila ada masukan atau kritik tolong poskan lewat komentar anda. Semoga bisa membantu kita semua.

2 comments:

  1. Saya mau berbagi saja pengalaman saya, yang telah ditipu oleh suatu bisnis online yang menamakan diri ODAP (bisa dicek iklan penipuannya di "penasaran.net" atau "uangreceh.com"). Jika ada pembaca yang mendapati iklannya di internet, saya sarankan sebaiknya tidak tertarik atau cuekin saja daripada menyesal seperti saya.

    Iming-iming bisnis bernama ODAP tersebut mungkin benar2 menggiurkan, dan sangat menggoda, hingga saya pun terjerat tipuannya. Saya telah membayar sejumlah uang yang diminta, namun ternyata semua janji dan iming-imingnya hanya OMONG KOSONG dan bisnisnya adalah PENIPUAN. Mohon teman2 semua hati-hati, agar tidak makin banyak yang menjadi korbannya.

    Buat admin blog ini, saya haturkan terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sis Amelia, atas kepedulian kepada kami semua. sesuatu yang berlebihan dalam janji yang kadang tidak masuk akal memang biasanya adalah omong kosong atau memang menipu. saya akan cek situsnya. THanks, blog sis Amelia namanya apa nanti saya mampir.

    ReplyDelete