Tuesday, May 31, 2011

OPERATING SYSTEM GRATISAN (OPEN SOURCE) DAN SOFTWARE GRATISAN ( FREEWARE).

SOFTWARE BERBAYAR
Ketika harga keeping CD Windows masih relatif mahal, maka yang dilakukan kebanyakan dari kita adalah :
1. Membuat atau menggunakan bajakan dan sejenisnya
2. Membuat atau menggunakan Crack/Patch/keygen
3. Dengan berat hati membeli Software Windows original
4. Mencari alternatif lain
Dan kebanyakan yang kita lakukan adalah poin angka 1 & 2, secara jujur kita akui memang demikian adanya – walaupun saya belum membuat survey lho, jadi masih sekedar perasaan saya saja - mengapa demikian ? Karena alasan klasik kita sudah terbiasa atau bahkan hanya bisa menggunakan operating system windows dari jaman windows 3.1, 95 sampai dengan Windows 7, maka mau tidak mau yang tetapi menggunakan Windows walaupun beberapa diantara kita sudah mengetahui adanya operating system yang lain sebagai alternatif/pilihan, operating system yang dimaksud ternyata sudah gratis legal pula. Jadi dengan berbagai resiko melanggar hak cipta (pembajakan) tetap menggunakan operating system yang memang sudah mengakar pada kita (baca:windows). Razia operating system windows biasanya dilakukan di bandara atau bagi anda yang akan bepergian ke luar negeri dan membawa laptop/netbook. Barulah setelah akan bepergian ke luar negeri halmana lapotop/netbook harus ada karena sebagai alat presentasi misalnya, maka dengan berat hati dibelilah dan diinstall laptop/netbook dengan menggunakan windows original. Mengapa tidak terpikirkan untuk menggunakan operating system lain yang disebut open source, contohnya linux. Toh bila dilakukan yakni menggunakan operating system Linux dan freeware bawaannya adalah LEGAL, jadi tidak bermasalah dengan razia, dan GRATIS pula. Namun jawabannya ya, seperti yang saya utarakan diatas. Tetapi itu sebenarnya bukan persoalan itu yang akan saya bahas, akan tetapi saya akan memberi informasi tentang open source dan freeware.

Open Source dan Freeware
Menggunakan open source operating system seperti linux memang legal dan gratis, hanya sayang kita sudah terbiasa dari dahulu menggunakan operating system Windows, memang kalau di negeri kita yang menjadi jawara dalam operating system PC/notebook/netbook ya Windows, hanya sedikit yang menggunakan MacBook (laptopnya Apple) dengan operating System Machintosh karena memang perbedaan harga yang signifikan (murah-murahnya macbook adalah sudah mahal untuk ukuran PC atau notebook), dan dari peripheral pendukung serta suku cadang lainnya yang tergolong masih sulit didapat, atau hanya karena tidak terbiasa ? Alasan kedua kali yang saya pakai,…. Dan komunitas tertentu saja yang “mau repot” dengan menggunakan software yang powerful dan gratis yakni LINUX. Contohnya adalah komunitas Ubuntu Indonesia – menggunakan operating system beserta freeware dan firmware nya bawaan dari Linux Ubuntu - komunitas CenTos, dan para teknisi yang mau tidak mau harus bisa menginstall dan menggunakan program yang “kurang popular” disebagian besar pengguna PC/Notebook ini. Saya sendiri memang mengakui, malas untuk mengganti PEWE – posisi weenak – alias status quo dengan operating system Windows yang sudah mengakar dan mendarah daging barangkali. Tetapi sebagai pencinta blog – selancar dan dengar informasi adanya software LEGAL nan Gratis tapi RIBED, saya jadi sedikit penasaran - dan kadang diminta menginstall PC/Notebook dengan menggunakan Linux maka mau tidak mau ya harus belajar dan menggeser posisi status quo serta memaksakan diri menguasai operating system yang ternyata sangat mengasyikkan, powerful, dan bebas virus ini. Kalau machintosh terus terang saya belum pernah “menjamah” nya, terbentur harga yang tinggi dan suku cadang yang relatif jarang di negeri kita. Bahkan saya masih sangat awam mengoperasikan software bawaan apple ini, jujur saja belum pernah menginstall machintosh – sst ini rahasia saja – biasanya memang sudah ada software operating system machintosh ketika si pengguna membeli macbook nya. Dan katanya juga jarang dijumpai virus pada system ini, ya maklum jarang yang menggunakannya, tukang virus saya rasa wegah – ogah – membuat virus untuk operating system ini, lha mau menginfeksi siapa ? Ya kan…. Karena probabilitas/kemungkinannya kecil.

OPEN SOURCE
Menurut Wikipedia Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Contoh Software Open Source
Operating system Linux merupakan contoh yang paling mudah sebagai operating system open source ini, free dan tidak kalah dari yang berbayar. Digunakan bisa sama persis dengan operating system windows bisa untuk menulis, bisa untuk internetan, bisa untuk grafis dan bahkan tentang Driver software gratisan ini relatif tidak memerlukan keping CD/DVD driver, karena rata-rata sudah Plug and Play alias driver-driver yang diperlukan sudah ada di dalam operating system Linux-nya. Contoh varian linux adalah Ubuntu, Fedora, RedHat, Mandriva, Suse, CenTos, Blangkon, LinPus, Debian dan lainnya. Kelemahan dari operating system ini sebetulnya hanya karena “belum kenal” belum terbiasa, dan sedikit repot bila tidak menggunakan koneksi internet, dengan menggunakan user command seperti DOS. Barangkali ini sebuah kerumitan bagi pengguna umum yang awam linux dan menjadi sebuah keasyikan bagi yang memang senang dengan alternatif atau hal-hal yang baru seperti Linux ini. Dan bila kita mau belajar maka kelemahan ini bisa dikikis, karena keuntungannya jauh lebih banyak. Kita tidak melakukan pelanggaran hak cipta karena ini LEGAL dan kita tidak keluar uang yang banyak karena ini software GRATIS. Sebenarnya linux ini tidak kurang suatu apa, tinggal anda sendiri yang memutuskannya akankah anda hanya akan bisa satu operating system saja atau ingin mencoba alternatif lain yang lebih menantang ? Tidak ada paksaan menggunakan sebuah software, karena yang termudah adalah yang sudah kita kuasai, dan bila menggunakan windows bajakan ya gunakanlah untuk kepentingan pribadi saja dan jangan memperbanyak cd kopi-an atau malah menjualnya, ini tidak dianjurkan. Menggunakan software linux pun bukan sebuah kemestian bila anda memang lebih menguasai windows, dan anda nyaman bekerja dengan menggunakan software buatan Bill Gates ini. Tidak ada masalah.
Kadang muncul pertanyaan di dalam benak saya, bagaimana ya kok software open source ini (seperti linux) bisa gratis ? Padahal untuk membuatnya tentu saja menggunakan dana yang tidak sendikit dan pemikiran ide-ide yang tidak kalah rumit dari software yang berbayar, seperti machintosh dan windows. Dan sampai sekarang pertanyaan ini belum terjawab sepenuhnya.

FREEWARE
Menurut Wikipedia Perangkat gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis "untuk disumbangkan kepada komunitas", namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Kadang jika para pemrogram memutuskan untuk berhenti mengembangkan sebuah produk perangkat gratis, mereka akan memberikan kode sumbernya kepada pemrogram lain atau mengedarkan kode sumber tersebut kepada umum sebagai perangkat lunak bebas.
Yang paling sering kita jumpai freeware adalah bukan operating system, tambahan saja tetapi memang ada yang versi berbayarnya, seperti browser :opera, firefox, safari, seamonkey, netspace, internet explorer, google chrome,…software multimedia sebagian yang free, contohnya : winamp, Itunes&quicktime, K-lite mega codec, VideoLan, FlvPlayer, JetAudio Cowon, Foobar,…. Software mail dan messenger, comtohnya: yahoo messenger, skype, windows messenger, googletalk,…software pemampat (kompres) seperti winrar, winzip. Software viewer seperti Picasa, GoogleEarth, antivirus pun ada yang freeware, seperti avira, smadav, avg, McAfee, Symantec, avast, artav dll, software untuk webcam. Software driver pun biasanya gratis. Dan freeware adalah merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi para pengguna PC/Notebook, bisa dibayangkan bila semuanya beli, saya rasa computer sangat monoton dan bila yang mempunyai software yang lengkap pastilah akan berharga sangat mahal.
Sedikit informasi ini semoga bermanfaat.
BONUS
1. Inilah link gratis untuk freeware FileHipppo
2. Situs freeware lain seperti D60PC.COM, Projectw, Down Archive, Agak bervirus Katz.cd atau bahkan Kaskus, IDWS
3.
Marketiva Forex

1 comment:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    ReplyDelete